...:: Wellcome At My Blog ::...
Suatu Cerita Tentang...: July 2005
 
 
Friday, July 29, 2005
NgE-Blank
Sebenarnya di otaku ada banyak ide,
Ada banyak cerita yang sebenarnya pengen aku postingin..
tapi..
kalau ditulis dikertas, aku males nyalin ngetiknya
kalau lagsung diketik, suka blank didepan monitor
sebab ide ku akan muncul..
saat aku sendiri, saat aku berjalan,
saat aku dalam perjalanan
dan saat saat yang nggak pernah bisa di tebak waktunya..

Lalu harus bagaimana??
Ingin ku bercerita pada semua..
tentang segala yang aku rasa
tentang segala yang meraka rasa..
dan kita bisa rasa bersama...
dengan apa yang ada dipikiran ku saat ini..
posted by aLvie @ 8:14 PM   2 comments
Tuesday, July 19, 2005
Sopan Santun Itu...
Hampir 30 menit aku menunggunya. Kubuka-buka pesan2yang nyangkut di inbox Hpku yang kebetulan lum sempat aku hapus.Meski sebelumnya aku telah membacanya, tetap saja aku baca-baca berulang kali..yah..untuk menghindari kejenuhan menunggu. Pembantu wanita tadi hanya menyuruhku untuk menunggu.yah, ia belum begitu berubah secara fisik, masih sama seperti ketika aku kemari setahun yang lalu..cool dan agak sedikit jutek.
Terasa asing aku dirumah ini dan aku mulai bosan dengan situasi ini..tapi aku tau, aku harus bersabar. Huff..akhirnya orang yang aku tunggu-tunggu muncul juga. Sesosok lelaki tua menyapaku dengan lembut..masih sama, rambutnya yang semakin mengkilap keperakan yang nampak semaki tipis terbalut kopyah putih di kepala..begitupun pada rambut alisnya yang nampak kilatan namun masih lebat.dengan memakai kemeja koko putih dengan stelan sarung motif kotak-kotak merah hitam yang membuatnya nampak semakin berwibawa..
Lain dari itu, lelaki tua ini benar-benar telah membuatku malu dan nampak bodoh didepanya.
Ia bercerita tentang sukses pada masa mudanya, tentang UGM, UNY, UNS, dan tentang UII yang selalu ia banggakan, tak lupa UIN tentunya.
Aku ditanya : "kamu tau mahfud MD?"
dan payahnya aku ga bisa menjawab nya..keliatan banget aku ini mahasiswa yang kuper, kuin, duh...bego banget vie..vie..
lalu iapun menyebutkan sederetan nama-nama orang terkenal yang dulunya adalah mahasiswa nya.
Tidak hanya itu saja, aku dibuatnya lebih malu lagi..hanya karena..mungkin sesuatu yang selama ini aku anggap sepele.
sebelum aku keluar halaman rumah itu, ketika bapak itu melihat motorku yang terpakir diluat pagar ..ia berkata " dek, lain kali kalau parkir motor itu jangan didepan pagar yah.... (sambil menjelaskan kan panjang lebar aturan** ketat diluar indonesia yang bahkan membebankan denda yang lumayan bayak untuk ukuran rupiah).
Dan yang terakhir..ketika aku sudah siap** mau tancap gas, bapak itu keluar lagi sambil berkata" dek, kalau keluar pintunya juga ditutup..bla..bla..bla..."
GUBRAK!!!!
tak terbayangkan semua itu sebelumnya. Ga tau haru kusembunyikan dimana maluku ini..pastilah sat ini wajahku merah padam gak keruan...Sambil berucap "maaf" (karena hanya itu yang bisa aku perbuat ) akupun menutup kembali pintu pagar itu dan kuteruskan perjalanku meninggalkan rumah itu..
Disepanjang perjalanan, aq benar-benar ga habis pikir dengan apa yang aku alami barusan. Hal-hal kecil yang kadang seringkali terabaikan olehku..ya, ini adalah tatakrama, sopansantun, budi pekerti, akhlak..
Tetapi satu hal yang tidak aku setujui..
Bukankah aku adalah tamu, sementara tamu adalah raja. Dan bukankah ia memiliki pembatu yang salah satu tugasnya adalah melayani tamu (ketika ada tamu)
sampai dengan tamu itu keluar rumah sampai dengan menutup kembali pagar itu..
Entahlah, Memang pendapat orang itu berlainan..begitu juga dalam menghadapi dan menjamu tamu..itu adalah kebijakan masing-masing si empunya rumah..
yang jelas..satu pelajaran lagi yang bisa aku petik dari peristiwa ini agar tidak terulang lagi dilain hari..
posted by aLvie @ 8:28 PM   3 comments
Thursday, July 14, 2005
Petuah Bijak
Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk.
Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.
Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.
Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari.
Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.
Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya. Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dai bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.
Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :
Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar. Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal.
Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.
Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.
Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka.
Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia.(Alessandro Manzoni)
posted by aLvie @ 8:23 PM   2 comments
Tuesday, July 12, 2005
Voice Fave
Kalau aku ditanya suara penyanyi lokal terseksi.. maka aku akan menjawab Adi “naff” saat ngebawain lagu ini. Suaranya yang serak..serak.. ehm!! Ga’ kuat deh..ditambah dengan alunan nada dan lirik ladu serta aransemen musikny. Pas banget!!
Rasanya seperti mendayu-ndayu, sendu dan menyentuh kalbu. Wuih!!!Kaya’ cofemix yang diseduh dengan 100 ml air panas..manteb banget…pake “B” lagi..
Tapi .. jujur neh..selama perjalanku di jogja dengan menggunakan jasa angkutan umum bus (kemanapun aku pergi).. baru dua kali aku memberikan uang receh pada pengamen dengan ikhlas. Dan salah satunya beberapa hari yang lalu ketika bus jalur 15 yang aku tumpangi berhenti dilampu merah perempatan pingit…seperti biasa, selalu saja ada pengamen yang masuk ketika bus berhenti. Tapi kali ini berbeda.. pengamen itu menyanyikan lagu itu dari awal sampe akhir dengan nada suara yang pas serak-serak ga karuan.he..he.. dengan diiringi genjrengan gitar yang mengalun pas banget..
Dan tergugahlah hatiku dengan apa yang kudengar sore itu..dan aku pun mengeluarkan beberapa koin receh untuk nya.
He..he.. bukanya aku pelit.. kalo tiap ada pengamen dikasih receh.. bia-bisa bangkrut aku. Aku hanya akan memberikan recehku jika penamenya nyanyiin lagu-lagu yang aku suka dan dengan catatan.. suaranya nggak asal ..
Gitu…Itu namanya menghargai seni dan perasaan tanpa melupakan masalah keuangan. Ups!!
posted by aLvie @ 8:19 PM   2 comments
( Aviola )
Time is Money
My Galery
Pesan Teman
Calender
Previous entries
Archives
Friends

Link Fave
Just Fun
Video Clips
Produk Dunia
  • Beasiswa Indonesia
  • Add to Google
  • Add Refleksi Blogger Indonesia to Newsburst from CNET News.com
  • Subscribe in podnova
  • Add to netvibes
  • Add to The Free Dictionary
  • Subscribe in NewsAlloy
  • Sitescore for Blog Tutorial
  • Subscribe in FeedLounge
  • Refleksi dan Blog Tutorial
  • Refleksi Blog Tutorial
  • Site Meter
  • Blogger Indonesia
  • World Top Blogs - Blog TopSites
  • Blogger Indonesia
  • Blog Tutorial
  • Add to My AOL
  • Refleksi blog tutorial
  • eXTReMe Tracker
 
 

...:: Thank You ::...